Rabu, 19 September 2007

Baby Talk

Shore and other researchers believe that baby talk contributes to mental development, as it helps teach the childs the basic function and structure language.
Some researchers have pointed out that baby talks is not among world's cultures, and argue thats its role in "helping children learn grammar"has been overestimated.
A Parent might refer only to objects and events in the immediate vicinity, and will often repeat
the child's utterences back to him/her.
In anyu case, the normal child will eventually acquire the local language without difficulty, regardless of the degree of exposure to baby talk.
However, the use of motherese could have an mportant role in affecting the rate and quality of
language acquisition.

AS note above, baby talk often involves shortening and simpliying words, with the possible addition of slurred words and nonverbal utterances, and can invoke a vocabulary of its own.

Puasa Iya....Mudik juga......

Tidak terasa sudah seminggu kita menjalani ibadah puasa
Hal yang paling terasa ketika kita memasuki bulan suci ramadhan adalah ketika kita dapat berkumpul bersama dengan orang - orang terkasih, mereka yang sangat dekat dengan kita, dapat menjalani ibadah puasanya bersama-sama dan menyambut kemenangannya pun bersama-sama.

Tetapi akan sangat berbeda saat kita tidak sedang bersama orang-orang yang kita kasihi...., ketika kita sedang berada di tempat yang berbeda dengan keluarga kita, dengan orang tua kita ataupun dengan kekasih kita, pada saat seperti itu justru hal yang paling sangat menyenangkan dan membanggakan adalah saat kita Mudik ke kampung halaman dan berkumpul kembali bersama mereka, setelah kita berpisah untuk waktu yang cukup lama antara 6-12 bulan bahkan lebih, dan kita bisa ikut rutinitas umat muslim Indonesai pada umumnya ketika menyambut hari Raya Idul Fitri dengan berbondong-bondong mudik ke kampung halaman.

Minggu, 16 September 2007

Kabar dari Kawan

Sudah lumayan juga saya ga pernah posting di blog ini.... selain sibuk dengan urusan kerjaan yang sepertinya ga pernah habis....saya juga masih dalam suasana berkabung atas berpulangnya teman/sahabat/juga guru saya....Alm. Susiawan Wijaya (bebek), rasanya baru kemaren kita saling berbagi ilmu.....kenyataannya Sang Pencipta memanggilnya terlebih dahulu.

Saat itu...02 September 2007 pukul 15.15 WIB
saya menerima telepon dari teman kerja saya yang mengabarkan berita duka ini, seakan tak percaya saya memintanya untuk mengulang kata-katanya, dan jawabannya tetap sama...."Wawan tenggelam di laut" , singkat memang tetapi menyadarkan saya sesuatu telah terjadi.

kemudian....02 september 2007 pukul 16.00 WIB
Seluruh rekan kerja, kami berkumpul di kantor dan memutuskan untuk berangkat ke Banda Aceh melihat jasad rekan kami Susiawan Wijaya untuk terakhir kalinya di RS. Zainal Abidin Banda Aceh. Perjalanan kami lalui selama kurang lebih 3 Jam dari kota sigli, Kab. Pidie.

Pukul 18.15 WIB
Kami sampai di RS. Zainal Abidin Banda Aceh, dan mendengrkan penjelasan dari rekan-rekan kerja yang di Banda Aceh, memngenai kronologis kecelakaan tersebut sehingga merenggut nyawa teman kami.
Ternyata Almarhum terseret ombak Pantai Lhok Nga, setelah berusaha menolong salah seorang temannya yang lebih dulu terseret ombak, pada akhirnya mereka berdua tidak dapat tertolong lagi, walaupun berusaha di lakukan pertolongan pertama pada kecelakaan di lokasi kejadian.

03 September 2007, Pukul 08.00 Wib
Kami ...rekan-rekannya yanag bertugas di Sigli mengantarkan Jenasah Almarhum Susiawan Wijaya dari RS. ZA ke Bandara Blang Bintang Banda Aceh untuk terus di kirim ke Kampung Halaman Almarhum di Jember, Jawa Timur.

04 September 2007, Pukul 09.00 Wib
Almarhum di Kebumikan di Kampung Halamannya di Jember.


" Selamat Jalan Kawan, walaupun kebersamaan kita hanya sebentar tetapi banyak manfaat yang telah engkau berikan buat teman-temanmu di Sigli, Semoga Amal Ibadahmu di terima di sisi- Nya, Amien"